Isi
Banyak agama menggunakan abu selama kegiatan seremonial. Sebuah tradisi dalam kepercayaan Yahudi adalah mencelupkan roti atau telur rebus ke dalam abu saat makan terakhir, sebelum puasa Tisha BeAv. Kertas yang terbakar dapat menghasilkan abu yang cocok untuk digunakan. Karena abu dikonsumsi dalam tradisi, gunakan kertas putih tanpa pelapis, tinta, pewarna atau garis yang dicetak. Ini akan menghasilkan abu abu-abu halus tanpa sisa zat kimia dari tinta atau pewarna di atas kertas.
Instruksi
Langkah 1
Sobek selembar kertas putih bersih menjadi kotak atau strip yang benar-benar pas ke dalam wadah tahan api, seperti mangkuk logam bersih atau wajan besi cor. Hal ini memastikan abu tetap berada di dalam wadah dan mengurangi risiko kertas terbakar yang tergantung dari wadah akan jatuh ke permukaan yang mudah terbakar.
Langkah 2
Tempatkan wadah tahan api di luar ruangan pada permukaan yang kokoh dan jauh dari cabang atau semak yang menggantung. Sebagai alternatif, jika area outdoor tidak tersedia, letakkan wadah di kitchen sink. Letakkan wadah di atas tripod untuk mencegah kerusakan pada wastafel.
LANGKAH 3
Setel kertas di atas api dan letakkan di wadah tahan api. Jangan masukkan korek api yang tidak menyala ke dalam wadah karena mungkin tidak terbakar dan Anda harus mengeluarkannya nanti.
LANGKAH 4
Bakar setrip sepenuhnya, sebelum menambahkan setrip lainnya. Ini mencegah api mengembang terlalu banyak, terutama jika Anda melakukannya di bak cuci piring. Terus tambahkan kertas sampai semuanya terbakar.
LANGKAH 5
Singkirkan semua kertas yang tidak terbakar setelah semua kertas dibakar. Gunakan jari Anda untuk menghancurkan kertas menjadi abu halus.